By: Ruthy Shara Di kota Kupang ini mengawali langkahku untuk hidup jauh dari orang yang paling aku cinta dan aku sayangi orang tua. Meninggalkan mereka begitu berat dan begitu pun denganku, apakah aku bisa bertahan tanpa bimbingan, kasih sayang dan perhatian dari mereka. Berpikir sebelum bertindak sudah menjadi kebiasaanku. Ketika memutuskan untuk pergi dan mengawali perjalanan hidupku untuk beberapa tahun ke depan. Tinggal di kota Kupang ini. Aku selalu meminta pendapat dari orang tua, keluarga dan beberapa teman karibku. Ucapan selamat dan kebanyakan mereka bilang setuju untuk pergi ke kota Kupang ini. Tapi hanya seseorang yang tidak setuju untuk aku pergi ke sana, ibuku tidak menyetujui untuk aku pergi ke sana. Dengan pelukan hangat dan tangis air mata beliau bilang "Nak jangan pergi, kamu anak satu-satunya kami. Kalau kamu pergi kami akan kesepian dan siapa yang akan membantu kami dan kamu dengan sabarnya selalu menuruti perintah kami. Ibu mohon nak, jangan pergi". ...