By: Ruthy Shara
Selamat datang di tanah kelahiranku
Yang di himpun bukit-bukit yang indah saat di pandang kasat mata
Dan aroma bunga cengkeh sepanjang jalan.
Tanah kelahiranku
Tanah tumpah darahku
Di kota kecil yang indah
Sekalipun kami beranjak pergi
Namun tanah Mauponggo tempat yang terindah dan paling dirindukan.
Tanahku Mauponggo
Hamparan sawah luas membentang di sana
Lekap padi tua berdiri merunduk
Suara gesekan pohon bambu berdering.
Tanahku Mauponggo
Yang tak akan pernah kalah terkenal dengan yang lain
Pada waktu yang akan datang
Kami akan merindukan itu
Sejauh manapun kami pergi
Sebanyak apapun kami melangkahkan kaki
Kami tak pernah bisa berdiam diri
Selalu menyisipkan waktu untuk kembali
Sekedar bercerita dan berbagai
Tak peduli senang ataupun sedih
Setidaknya dapat mengusir perih di dada ini.
Sesekali mari menginjak kaki di tanah kelahiranku, Mauponggo
Dan duduklah sambil minum kopi Flores yang di seduh nona manis Mauponggo
Dan aku hanya ingin memastikan
Jika sudah datang jangan lupa kembali pulang
Sebab, tanahku Mauponggo seakan selalu dirindukan karena keindahannya.
Selamat datang di tanah kelahiranku
Yang di himpun bukit-bukit yang indah saat di pandang kasat mata
Dan aroma bunga cengkeh sepanjang jalan.
Tanah kelahiranku
Tanah tumpah darahku
Di kota kecil yang indah
Sekalipun kami beranjak pergi
Namun tanah Mauponggo tempat yang terindah dan paling dirindukan.
Tanahku Mauponggo
Hamparan sawah luas membentang di sana
Lekap padi tua berdiri merunduk
Suara gesekan pohon bambu berdering.
Tanahku Mauponggo
Yang tak akan pernah kalah terkenal dengan yang lain
Pada waktu yang akan datang
Kami akan merindukan itu
Sejauh manapun kami pergi
Sebanyak apapun kami melangkahkan kaki
Kami tak pernah bisa berdiam diri
Selalu menyisipkan waktu untuk kembali
Sekedar bercerita dan berbagai
Tak peduli senang ataupun sedih
Setidaknya dapat mengusir perih di dada ini.
Sesekali mari menginjak kaki di tanah kelahiranku, Mauponggo
Dan duduklah sambil minum kopi Flores yang di seduh nona manis Mauponggo
Dan aku hanya ingin memastikan
Jika sudah datang jangan lupa kembali pulang
Sebab, tanahku Mauponggo seakan selalu dirindukan karena keindahannya.

Komentar
Posting Komentar