By: Ruthy Shara
Fany
Demikian sapaan manjanya
Lembaran hidupnya kian hari kian ringkih
Ia menangis seorang diri
Mengadu pilu pada pusara ibunya.
Saat senja letih di atas pangkuan kasih tak bertuan
Setidaknya ia sedang rindu akan kasih seorang ibu
Sejenak menoreh kisah, ibunya gegas pulang
Pulang saat usianya balita.
Rintihan pilu menderu
Tangisan memecah heningnya pada salib bisu yang tertanam dekat pusara ibunya.
Saat kata tak lagi bersuara
Untuk membendung segala kerinduannya
Larik majas bertatih-tatih dari mulutnya yang gusar
Mohon, agar ibunya mendapat surga tempat yang selayaknya.
Fany
Demikian sapaan manjanya
Lembaran hidupnya kian hari kian ringkih
Ia menangis seorang diri
Mengadu pilu pada pusara ibunya.
Saat senja letih di atas pangkuan kasih tak bertuan
Setidaknya ia sedang rindu akan kasih seorang ibu
Sejenak menoreh kisah, ibunya gegas pulang
Pulang saat usianya balita.
Rintihan pilu menderu
Tangisan memecah heningnya pada salib bisu yang tertanam dekat pusara ibunya.
Saat kata tak lagi bersuara
Untuk membendung segala kerinduannya
Larik majas bertatih-tatih dari mulutnya yang gusar
Mohon, agar ibunya mendapat surga tempat yang selayaknya.

Komentar
Posting Komentar