By: Ruthy Shara
Jantungku kemudian belajar untuk tak lagi berdegup kencang
Mataku belajar untuk tak lagi memandang padamu
Rindu kini hanya sekali
Tapi hatiku masih menetap di satu hati yaitu kamu.
Cinta memang tak pernah salah
Yang salah adalah aku yang membiarkan rasa ini tetap ada
Hingga hanya angan yang membuat kita bersatu.
Akulah senja yang tak bisa menggapaimu
Menggenggam tangan saat kakimu mulai lelah untuk melangkah
Perihal ini aku kemudian belajar
Bahwa cinta hanya sebatas angan dan kamu adalah halusinasi ku
Kita hanyalah sebuah kata yang tak akan pernah bersatu.
Akulah senja yang akan memberimu keindahan, kedamaian dan ketenangan saat kamu penat
Dan aku akan menghilang tergantikan oleh malam
Cintaku melepaskanmu dengan tulusku
Seperti sebuah lilin yang rela terbakar untuk menerangi.
Kamu adalah takdir bagi orang lain bukan untuk diriku
Rinduku mungkin hanya sesekali
Kemudian tergantikan oleh rindu yang lebih kamu inginkan
Cintaku tak terbaca
Sebab kamu lebih mampu membaca cinta orang lain
Ya, biarlah Tuhan yang mengiringi langkah kita.
Jantungku kemudian belajar untuk tak lagi berdegup kencang
Mataku belajar untuk tak lagi memandang padamu
Rindu kini hanya sekali
Tapi hatiku masih menetap di satu hati yaitu kamu.
Cinta memang tak pernah salah
Yang salah adalah aku yang membiarkan rasa ini tetap ada
Hingga hanya angan yang membuat kita bersatu.
Akulah senja yang tak bisa menggapaimu
Menggenggam tangan saat kakimu mulai lelah untuk melangkah
Perihal ini aku kemudian belajar
Bahwa cinta hanya sebatas angan dan kamu adalah halusinasi ku
Kita hanyalah sebuah kata yang tak akan pernah bersatu.
Akulah senja yang akan memberimu keindahan, kedamaian dan ketenangan saat kamu penat
Dan aku akan menghilang tergantikan oleh malam
Cintaku melepaskanmu dengan tulusku
Seperti sebuah lilin yang rela terbakar untuk menerangi.
Kamu adalah takdir bagi orang lain bukan untuk diriku
Rinduku mungkin hanya sesekali
Kemudian tergantikan oleh rindu yang lebih kamu inginkan
Cintaku tak terbaca
Sebab kamu lebih mampu membaca cinta orang lain
Ya, biarlah Tuhan yang mengiringi langkah kita.

Komentar
Posting Komentar