By: Ruthy Shara
Gemulai gerak langkah pasti
Ku susuri ruang dan aku cermati
Potret indah gemulai mempesona tiap sorotan yang menatap.
Dulu yang dipandang acuh
Tapi kini kau mekar bagai bunga
Dulu yang dipandang anak tiri
Tapi kini kau mengubah berjutah sanjungan.
Ine, Ema, ka'e, Ari
Itulah sapaan khas dikala saling bergurau
Kadang tersenyum untuk berkumpul kembali
Disanalah keberadaan istana ternyaman yang kami punya.
Belajar sabar deri cekiknya musim
Tanah yang masih di injak telapak surgaku
Tanah yang menjadi alas hidup bagi orang yang ku sayang
Aemeo, ku titip rindu dari jauh.
Gemulai gerak langkah pasti
Ku susuri ruang dan aku cermati
Potret indah gemulai mempesona tiap sorotan yang menatap.
Dulu yang dipandang acuh
Tapi kini kau mekar bagai bunga
Dulu yang dipandang anak tiri
Tapi kini kau mengubah berjutah sanjungan.
Ine, Ema, ka'e, Ari
Itulah sapaan khas dikala saling bergurau
Kadang tersenyum untuk berkumpul kembali
Disanalah keberadaan istana ternyaman yang kami punya.
Belajar sabar deri cekiknya musim
Tanah yang masih di injak telapak surgaku
Tanah yang menjadi alas hidup bagi orang yang ku sayang
Aemeo, ku titip rindu dari jauh.

Komentar
Posting Komentar