Langsung ke konten utama

Surat cinta untuk mantan

By: Ruthy Shara


"Untukmu yang selalu ku kenang
Semoga kedatangan surat ini menjadi satu serpihan bahagia yang tak aku duga. Dan aku selalu berharap ketika mulai merangkaikan kata-kata di ujung pena  ini
Bahwa, suratku ini tidak menjadi luka atau perih di hatimu.

Sudah lama aku ingin menulis surat ini namun selalu gagal setiap kali aku memulainya
Sebenarnya gampang seandainya kamu milikku
Seperti dulu kita saling membagi cerita
Kejar-kejaran sebagai anak SMA yang sedang mabuk cinta
Berpegangan tangan saat pulang sekolah atau kebaisaanmu mencubit pipiku yang tambun menggemasnya dengan penuh suka cita
Sambil tertawa memperhatikan aku meringis kesakitan
Iya, itu dulu saat kita masih mengenakan seragam putih abu-abu
Semoga kamu masih mengingat masa-masa itu
Masa yang membuatku tertawa sendiri dan juga terharu
Kadang aku menyesal mengapa waktu itu aku tidak mempertahankanmu untuk pergi dari hidupku
Dan tujuan surat ini adalah menyampaikan kegagalan untuk terus menyayangimu.

Anggap saja pernyataanku ini adalah motivasi agar kamu selalu setia pada orang yang kamu pilih
Walau kadang aku merasa sakit dan cemburu dengan keputusanmu mencari lelaki lain dan menjadi mendampingi hidupmu, tentunya bukan aku
Harapanku adalah semoga kamu masih mengingat lekuk huruf-huruf ini.

Oya, jika tak bisa lagi bertahan dengannya, tinggalkanlah dia saja
Aku rasa masih banyak lelaki yang ingin menemani hidupmu
Termasuk aku, jika aku boleh jujur
Kalau masih setia bertanlah dalam suka san duka terutama yang paling membuatmu terluka
Salam dan doaku untukmu dan jangan lupa doakanlah aku semoga dapat jodoh yang tepat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ungkapan rasa untuk Ayah

By: Ruthy Shara " Selamat malam Ayah Apa kiranya Ayah mengerti apa yang kini tengah membayangi pikiranku akhir-akhir ini? Hal yang membuatku menjadi sulit untuk sekedar memejamkan mata yang membuatku memaksa logika dan hati untuk membantuku menemukan jawabannya. Ku rasa, aku dapat menghitung berapa kali kita berbicara dalam lisan lewat indahnya kata-kata. Berapa kali Ayah memintaku untuk sekedar membantu membersihkan kandang babi. Berapa kali Ayah menyuruhku hanya membuatkanmu kopi panas sembari terbitnya matahari. Berapa kali kita tertawa karena cerita lucu yang aku buat dengan sengaja. Aku bisa Ayah, aku bisa menghitung dengan benar hanya dengan jari tanganku. Oh Tuhan, sedingin itukah kami? Ayah yang tak pandai bersuara lebih memilih diam, tak mudah dengan sengaja mengungkapkan apapun yang sedang Ayah rasakan dan yang sekiranya tengah mengganggu tidurmu. Ayah, sepertinya memang benar. Kalau buah jatuh tak akan pernah jauh dari pohonnya. Aku sama sepertimu, sangat...

Untuk kamu yang memiliki senyum manis

By: Ruthy Shara Kepada kamu, yang pertama kalinya kita bertemu. Surat ini adalah surat pertama yang ku tulis untukmu. Bukan untuk membuatmu menoleh padaku, hanya untuk pelipur gelisah. Surat ini adalah yang ku tulis diam-diam dan aku yakin kamu tak akan pernah membacanya. Masih lekat dalam ingatanku pertemuan pertama kita di pustu Oepoi. Bahkan lekuk senyummu masih terekam jelas. Adalah sesuatu yang patut di sayangkan jika aku melewatkan senyum itu. Perjumpaan kita bukanlah hal yang sering terjadi. Sapaan yang kau lontarkan ditambah senyum yang kau ukir juga bukan hal yang setiap hari ku temui. Kata "Kaka" nampak terasa lebih istimewa jika itu berasal darimu. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi perjumpaan kita adalah suatu kebijakan semesta yang patut disyukuri. Kamu tahu benar, selama ini tak ada satupun dari kita yang bisa benar-benar memulai pembicaraan. Kita hanya saling diam dan saling melemparkan pandangan. Lalu kamu dengan mudahnya melemparkan senyum yang ...

Separuh jiwaku di bu'e Gelu

By: Ruthy Shara Namamu masih tersimpan di galaksi hati ini Tersimpan di antara semesta jiwa Kian melekat terpampang erat Sepanjang jalan kenangan yang ku lalui Ku rasakan hadirmu masih menyertai. Jika ku mendengar suara lubuk hati yang terdalam Sejujurnya ku akui Aku masih menyimpan rasa Meski kini kau telah berdua Hati dan perasaan masih sama Tak akan memudar terhapus masa Walau kita tak lagi bersama. Selalu bayangmu tersimpan dalam jiwa Meski kini semua telah berbeda Saat di mana telah pergi Tak akan ku biarkan rasa ini mati Biarkan terus bersandar di hati Walau hanya dapat ku memiliki dalam mimpi. Biarkan aku selalu tersesat dalam ilusi Karena cinta tak selalu harus memiliki.