Langsung ke konten utama

Selamat Hari Minggu

By: Ruthy Shara

Pagi merambat pada jendela kamar
Menyentuh halus dilelap mata yang masih bengkak
Weker hanya diam, dia tahu mata tak ingin bangun
Belum cukup semalam termenung.

Selama bantal masih setia temani mimpi indah
Telinganya tak rela mendengarkan jeritan luka
Entah buta atau kenapa, matanya tak melihat mendung
Mungkin lupa ini minggu.

Haruskah ucapkan pada hari untuk memeluknya
Matahari pagi nan terik
Seakan menertawakan yang masih pada mimpinya
Bangunkan tubuh berbaring di balik selimut.

Bubar segala hayalan
Musnah segala harapan
Hanya hari yang sendiri dengan luka belum terobat
Mata yang masih bengkak di temani mimpi indah
Semangat pagi Minggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ungkapan rasa untuk Ayah

By: Ruthy Shara " Selamat malam Ayah Apa kiranya Ayah mengerti apa yang kini tengah membayangi pikiranku akhir-akhir ini? Hal yang membuatku menjadi sulit untuk sekedar memejamkan mata yang membuatku memaksa logika dan hati untuk membantuku menemukan jawabannya. Ku rasa, aku dapat menghitung berapa kali kita berbicara dalam lisan lewat indahnya kata-kata. Berapa kali Ayah memintaku untuk sekedar membantu membersihkan kandang babi. Berapa kali Ayah menyuruhku hanya membuatkanmu kopi panas sembari terbitnya matahari. Berapa kali kita tertawa karena cerita lucu yang aku buat dengan sengaja. Aku bisa Ayah, aku bisa menghitung dengan benar hanya dengan jari tanganku. Oh Tuhan, sedingin itukah kami? Ayah yang tak pandai bersuara lebih memilih diam, tak mudah dengan sengaja mengungkapkan apapun yang sedang Ayah rasakan dan yang sekiranya tengah mengganggu tidurmu. Ayah, sepertinya memang benar. Kalau buah jatuh tak akan pernah jauh dari pohonnya. Aku sama sepertimu, sangat...

Untuk kamu yang memiliki senyum manis

By: Ruthy Shara Kepada kamu, yang pertama kalinya kita bertemu. Surat ini adalah surat pertama yang ku tulis untukmu. Bukan untuk membuatmu menoleh padaku, hanya untuk pelipur gelisah. Surat ini adalah yang ku tulis diam-diam dan aku yakin kamu tak akan pernah membacanya. Masih lekat dalam ingatanku pertemuan pertama kita di pustu Oepoi. Bahkan lekuk senyummu masih terekam jelas. Adalah sesuatu yang patut di sayangkan jika aku melewatkan senyum itu. Perjumpaan kita bukanlah hal yang sering terjadi. Sapaan yang kau lontarkan ditambah senyum yang kau ukir juga bukan hal yang setiap hari ku temui. Kata "Kaka" nampak terasa lebih istimewa jika itu berasal darimu. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi perjumpaan kita adalah suatu kebijakan semesta yang patut disyukuri. Kamu tahu benar, selama ini tak ada satupun dari kita yang bisa benar-benar memulai pembicaraan. Kita hanya saling diam dan saling melemparkan pandangan. Lalu kamu dengan mudahnya melemparkan senyum yang ...

Cintaku Untuk Nagekeo

By: Ruthy Shara Nagekeo, aku datang lagi Menyapamu dengan sepenuh hati Andai aku tahu, Nagekeo Betapa aku jatuh cinta Bahakan sejak pertama kali kita berjumpa. Nagekeo, jangan kau tanya kenapa karena aku tidak tahu Yang ku tahu hanyalah kesederhanaanmu, keramahanmu, kehangatanmu sekaligus ketegaranmu. Padang Sabana dan kumpulan domba-domba hanyalah sebagian alasan aku mencintaimu Begitu juga dengan tumpukkan bukit menjulang dan pantai-pantai panjang menghampar. Namun ku akui, aku tak mampu enyahkan bayangan bupu ga'e dan ema Ka'e dengan sirih pinang Dan anak-anak itu yang menerjang bukit dan belantara Karena hanya untuk menjumpai guru-guru mereka. Guru-guru mereka yang sejuknya seperti air bening penghilang dahaga Yang kemampuan membawa kuas untuk melukis jiwa dan pelangi penuh warna. Namun sekali lagi, semuanya itu hanyalah sebagian alasan kenapa aku mencintaimu. Selebihnya aku tahu Nagekeo, aku hanya ingin kau paham betapa ku cinta kau apa adanya B...