Langsung ke konten utama

Mauponggo dalam balutan rindu

By: Ruthy Shara

Dua tahun yang lalu
Di sudut kota kecil
Ku sapa Mathilda dengan bahasa semesta.

Malam ini..
Meski musim telah berganti kulit
Masih tetap ku kenal wajahnya
Bahakan bekas luka di keningnya masih terlihat jelas.

Kini..
Lewat celah mimpi yang suram
Aku kembali ke Mauponggo
Menyusuri lereng-lereng bukit Wolosambi yang indah
Ku cari jejak-jejak rasa yang pernah ada
Ke sawah-sawah Mau keo yang hijau
Ku titipkan rinduku pada padi muda berseri
Pada air kali Mau wayu yang jernih
Ku tanyakan kisahku yang pernah mengalir
Di sepanjang pasir putih Ena gera
Ku tulis nama dengan aksara surga
Pada puncak gunung Ebu lobo
Ku teriak kepada langit agar membawamu kembali.

Akhirnya..
Di pintu masuk kampung Maukeli
Ku baca beribu-ribu harapan
Tepat di depanku
Telah ku temukan dirinya
Gereja St. Michael Maukeli penuh kemegahan.


Komentar

  1. Apabila puisi selalu diisi oleh rasa, pasti selalu indahπŸ‘πŸ‘πŸ˜
    Mantap

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak ew
    Sudah sering2 baca puisi sya.
    GBU πŸ™

    BalasHapus
  3. Itu bukan Mauponggo tapi Tonggo

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ungkapan rasa untuk Ayah

By: Ruthy Shara " Selamat malam Ayah Apa kiranya Ayah mengerti apa yang kini tengah membayangi pikiranku akhir-akhir ini? Hal yang membuatku menjadi sulit untuk sekedar memejamkan mata yang membuatku memaksa logika dan hati untuk membantuku menemukan jawabannya. Ku rasa, aku dapat menghitung berapa kali kita berbicara dalam lisan lewat indahnya kata-kata. Berapa kali Ayah memintaku untuk sekedar membantu membersihkan kandang babi. Berapa kali Ayah menyuruhku hanya membuatkanmu kopi panas sembari terbitnya matahari. Berapa kali kita tertawa karena cerita lucu yang aku buat dengan sengaja. Aku bisa Ayah, aku bisa menghitung dengan benar hanya dengan jari tanganku. Oh Tuhan, sedingin itukah kami? Ayah yang tak pandai bersuara lebih memilih diam, tak mudah dengan sengaja mengungkapkan apapun yang sedang Ayah rasakan dan yang sekiranya tengah mengganggu tidurmu. Ayah, sepertinya memang benar. Kalau buah jatuh tak akan pernah jauh dari pohonnya. Aku sama sepertimu, sangat...

Untuk kamu yang memiliki senyum manis

By: Ruthy Shara Kepada kamu, yang pertama kalinya kita bertemu. Surat ini adalah surat pertama yang ku tulis untukmu. Bukan untuk membuatmu menoleh padaku, hanya untuk pelipur gelisah. Surat ini adalah yang ku tulis diam-diam dan aku yakin kamu tak akan pernah membacanya. Masih lekat dalam ingatanku pertemuan pertama kita di pustu Oepoi. Bahkan lekuk senyummu masih terekam jelas. Adalah sesuatu yang patut di sayangkan jika aku melewatkan senyum itu. Perjumpaan kita bukanlah hal yang sering terjadi. Sapaan yang kau lontarkan ditambah senyum yang kau ukir juga bukan hal yang setiap hari ku temui. Kata "Kaka" nampak terasa lebih istimewa jika itu berasal darimu. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi perjumpaan kita adalah suatu kebijakan semesta yang patut disyukuri. Kamu tahu benar, selama ini tak ada satupun dari kita yang bisa benar-benar memulai pembicaraan. Kita hanya saling diam dan saling melemparkan pandangan. Lalu kamu dengan mudahnya melemparkan senyum yang ...

Cintaku Untuk Nagekeo

By: Ruthy Shara Nagekeo, aku datang lagi Menyapamu dengan sepenuh hati Andai aku tahu, Nagekeo Betapa aku jatuh cinta Bahakan sejak pertama kali kita berjumpa. Nagekeo, jangan kau tanya kenapa karena aku tidak tahu Yang ku tahu hanyalah kesederhanaanmu, keramahanmu, kehangatanmu sekaligus ketegaranmu. Padang Sabana dan kumpulan domba-domba hanyalah sebagian alasan aku mencintaimu Begitu juga dengan tumpukkan bukit menjulang dan pantai-pantai panjang menghampar. Namun ku akui, aku tak mampu enyahkan bayangan bupu ga'e dan ema Ka'e dengan sirih pinang Dan anak-anak itu yang menerjang bukit dan belantara Karena hanya untuk menjumpai guru-guru mereka. Guru-guru mereka yang sejuknya seperti air bening penghilang dahaga Yang kemampuan membawa kuas untuk melukis jiwa dan pelangi penuh warna. Namun sekali lagi, semuanya itu hanyalah sebagian alasan kenapa aku mencintaimu. Selebihnya aku tahu Nagekeo, aku hanya ingin kau paham betapa ku cinta kau apa adanya B...