Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Untuk kamu yang memiliki senyum manis

By: Ruthy Shara Kepada kamu, yang pertama kalinya kita bertemu. Surat ini adalah surat pertama yang ku tulis untukmu. Bukan untuk membuatmu menoleh padaku, hanya untuk pelipur gelisah. Surat ini adalah yang ku tulis diam-diam dan aku yakin kamu tak akan pernah membacanya. Masih lekat dalam ingatanku pertemuan pertama kita di pustu Oepoi. Bahkan lekuk senyummu masih terekam jelas. Adalah sesuatu yang patut di sayangkan jika aku melewatkan senyum itu. Perjumpaan kita bukanlah hal yang sering terjadi. Sapaan yang kau lontarkan ditambah senyum yang kau ukir juga bukan hal yang setiap hari ku temui. Kata "Kaka" nampak terasa lebih istimewa jika itu berasal darimu. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi perjumpaan kita adalah suatu kebijakan semesta yang patut disyukuri. Kamu tahu benar, selama ini tak ada satupun dari kita yang bisa benar-benar memulai pembicaraan. Kita hanya saling diam dan saling melemparkan pandangan. Lalu kamu dengan mudahnya melemparkan senyum yang ...

Surat cinta untuk mantan

By: Ruthy Shara "Untukmu yang selalu ku kenang Semoga kedatangan surat ini menjadi satu serpihan bahagia yang tak aku duga. Dan aku selalu berharap ketika mulai merangkaikan kata-kata di ujung pena  ini Bahwa, suratku ini tidak menjadi luka atau perih di hatimu. Sudah lama aku ingin menulis surat ini namun selalu gagal setiap kali aku memulainya Sebenarnya gampang seandainya kamu milikku Seperti dulu kita saling membagi cerita Kejar-kejaran sebagai anak SMA yang sedang mabuk cinta Berpegangan tangan saat pulang sekolah atau kebaisaanmu mencubit pipiku yang tambun menggemasnya dengan penuh suka cita Sambil tertawa memperhatikan aku meringis kesakitan Iya, itu dulu saat kita masih mengenakan seragam putih abu-abu Semoga kamu masih mengingat masa-masa itu Masa yang membuatku tertawa sendiri dan juga terharu Kadang aku menyesal mengapa waktu itu aku tidak mempertahankanmu untuk pergi dari hidupku Dan tujuan surat ini adalah menyampaikan kegagalan untuk terus menyaya...

Ungkapan rasa untuk Ayah

By: Ruthy Shara " Selamat malam Ayah Apa kiranya Ayah mengerti apa yang kini tengah membayangi pikiranku akhir-akhir ini? Hal yang membuatku menjadi sulit untuk sekedar memejamkan mata yang membuatku memaksa logika dan hati untuk membantuku menemukan jawabannya. Ku rasa, aku dapat menghitung berapa kali kita berbicara dalam lisan lewat indahnya kata-kata. Berapa kali Ayah memintaku untuk sekedar membantu membersihkan kandang babi. Berapa kali Ayah menyuruhku hanya membuatkanmu kopi panas sembari terbitnya matahari. Berapa kali kita tertawa karena cerita lucu yang aku buat dengan sengaja. Aku bisa Ayah, aku bisa menghitung dengan benar hanya dengan jari tanganku. Oh Tuhan, sedingin itukah kami? Ayah yang tak pandai bersuara lebih memilih diam, tak mudah dengan sengaja mengungkapkan apapun yang sedang Ayah rasakan dan yang sekiranya tengah mengganggu tidurmu. Ayah, sepertinya memang benar. Kalau buah jatuh tak akan pernah jauh dari pohonnya. Aku sama sepertimu, sangat...

SMAN 1 MAUPONGGO ALMAMATERKU

By: Ruthy Shara Di sekolah ini Telah tertoreh berjuta kenangan Sedih, tawa dan tangis menjadi cerita tersendiri Episode-episode mulai bergulir seiring zaman. Kini ku tatap kembali rautmu Bersimbah keriput lumut dan kusam Almamaterku, kau adalah harapan Darimu ku belajar tentang hidup dan  persahabatan Yang pastinya kau selalu ku kenang Aku akan ceritakan kisah-kisahmu kelak ketika anak-anakku bertanya.

Aemeo Kampung Tercintaku

By: Ruthy Shara Gemulai gerak langkah pasti Ku susuri ruang dan aku cermati Potret indah gemulai mempesona tiap sorotan yang menatap. Dulu yang dipandang acuh Tapi kini kau mekar bagai bunga Dulu yang dipandang anak tiri Tapi kini kau mengubah berjutah sanjungan. Ine, Ema, ka'e, Ari Itulah sapaan khas dikala saling bergurau Kadang tersenyum untuk berkumpul kembali Disanalah keberadaan istana ternyaman yang kami punya. Belajar sabar deri cekiknya musim Tanah yang masih di injak telapak surgaku Tanah yang menjadi alas hidup bagi orang yang ku sayang Aemeo, ku titip rindu dari jauh.

Rasa dalam diam

By: Ruthy Shara Apa yang harus ku ungkapkan atau mengakhirinya Cerita tentang kamu seperti sebuah naskah film yang tak pernah ku akhiri Tak pernah ku temukan episode akhirnya Aku menulis skenario yang tak pernah kehabisan kata untuk mendeskripsikan kamu Karena selalu ada cerita, selalu ada kisah yang tercipta tentang kamu Kamu bukan sosok sempurna tak secantik bias-bias ko. Kamu adalah kamu Dengan kesederhanaan yang kamu miliki aku menyukainya Aku menyukaimu meski aku tak mampu memprediksikan sampai kapan rasa dalam diam ini akan tetap bertahan. Aku menyukaimu walaupun kamu tak pernah tahu perasaanku Meski kamu tak tahu apa yang ku rasa, mencintaimu dalam diam seperti ujian rasa yang harus ku lewati. Kamu yang tersembunyi terlalu lama di hati Tapi bisakah kamu merasakan keberadaanku Atau haruskah aku hadir di hadapanmu dan luangkan segala rasa sesak mencintaimu. Supaya kamu menyadari ada hati yang lama menunggu Ada hati yang lelah atau bukan hari yang berputar de...

Cinta terpaksa berakhir

By: Ruthy Shara Langkah kaki perempuan itu menjauhi membelakangi lelaki tersebut. Saat hujan malam hari itu, perempuan tersebut menerobos butiran air yang jatuh menerpanya dan tidak peduli dengan lelaki yang ada di belakangnya. "Chandraaa,,," teriak lelaki itu. Tapi perempuan tersebut tetap saja berjalan semakin menjauh tanpa menengok sedikitpun. "chandraaa,,," teriak lelaki itu sekali lagi. Perempuan itu berhenti untuk beberapa detik, walaupun jarak yang sudah cukup jauh, tapi wanita itu masih mendengar teriakkan nyaringnya. Di tepi taman samping trotoar tersebut hanya ada dua orang di sana. Lampu jalan remang kekuningan menghiasi sedihnya suasana malam itu. Jalan sepi akan kendaraan yang melintas benar-benar sepi. Sejenak wanita itu meneteskan air mata membasahi pipi yang bercampur hujan. Berharap terhapus bersama air yang turun dari langit, agar tidak menyisakan kesdihan yang mendalam. Terakhir memandang lelaki tadi berdiri dengan wajah tidak percaya ...

Setetes Kenangan Di Pantai Ena Gera

By: Ruthy Shara Untukmu wahai melatiku Di sela-sela kerinduan yang ada dalam diriku Kau bagaikan sosok bidadari di musim semi Wajahmu di selimuti oleh indahnya kerudungmu yang ungu membuat jutaan orang terpaku menatapmu. Di sore itu ku menyapamu di bibir pantai Ena Gera Namun deraiyan gelombang begitu bersahabat dengan senyumanmu yang indah Wajahmu yang tanpa goresan kosmetik terlihat begitu indah bagaikan bunga melati tersiram embun pagi Kerudung ungu, haruskah aku menjadi semut merah yang kejam dan mendekatimu lalu mencubit kulit putihmu bagaikan salju itu menjadi merah melati Ya, wajahmu yang menggoda itu kini tertelan waktu. Oh Tuhan Kau telan lagi kerinduanmu di balik kerudung ungu Belum sempat mata ini memotretnya dalam ingatan Kembali ku raba bayangannya namun ingatanku terpaku pada khayalan Ku coba membujuk rasa yang tumbuh di dalam jiwa namun masih terpaku pada pemilik wajah yang indah Kembali ku mengadu pada daraiyan ombak namun ombak hanya memberikan sepe...

Antara kerinduan dan harapan

By: Ruthy Shara Malam kian larut. Kesunyian semakin mencengkram. Tapi mataku enggan terpejam dan lamunanku tersentak kala kudengar bunyi jam dinding di sudut kamarku berdetak seolah memberikan isyarat bahwa aku harus segera tidur. Kurebahkan tubuhku, kutarik selimut, kucoba untuk menutup mata. Tapi ah,, aku tak bisa. Entah apa yang sedang aku pikirkan, aku sendiri tak mengerti segala rasa yang datang menghampiri seakan terus menyapaku dalam setiap waktu. Dalam diam kucoba bertanya dalam hati. "inikah yang kurasakan?" Ya kutelah menemukannya. Sebersit rasa rindu yang selalu hadir dalam setiap kesendirianku. Rindu pada sosok yang telah bertahun-tahun lamanya tak aku jumpai. "Dimanakah dia? Itulah pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiranku. Tak kala kuingat kembali saat kita terakhir bersua untuk saling memandang dan saling berjabat. Perlahan suara terdengar datar penuh harap dan cemas serta sejuta rasa berkecamuk. Akankah sua itu bisa terulang kembali? Ya Tuhan,...

Selamat Hari Minggu

By: Ruthy Shara Pagi merambat pada jendela kamar Menyentuh halus dilelap mata yang masih bengkak Weker hanya diam, dia tahu mata tak ingin bangun Belum cukup semalam termenung. Selama bantal masih setia temani mimpi indah Telinganya tak rela mendengarkan jeritan luka Entah buta atau kenapa, matanya tak melihat mendung Mungkin lupa ini minggu. Haruskah ucapkan pada hari untuk memeluknya Matahari pagi nan terik Seakan menertawakan yang masih pada mimpinya Bangunkan tubuh berbaring di balik selimut. Bubar segala hayalan Musnah segala harapan Hanya hari yang sendiri dengan luka belum terobat Mata yang masih bengkak di temani mimpi indah Semangat pagi Minggu.

Mauponggo dalam balutan rindu

By: Ruthy Shara Dua tahun yang lalu Di sudut kota kecil Ku sapa Mathilda dengan bahasa semesta. Malam ini.. Meski musim telah berganti kulit Masih tetap ku kenal wajahnya Bahakan bekas luka di keningnya masih terlihat jelas. Kini.. Lewat celah mimpi yang suram Aku kembali ke Mauponggo Menyusuri lereng-lereng bukit Wolosambi yang indah Ku cari jejak-jejak rasa yang pernah ada Ke sawah-sawah Mau keo yang hijau Ku titipkan rinduku pada padi muda berseri Pada air kali Mau wayu yang jernih Ku tanyakan kisahku yang pernah mengalir Di sepanjang pasir putih Ena gera Ku tulis nama dengan aksara surga Pada puncak gunung Ebu lobo Ku teriak kepada langit agar membawamu kembali. Akhirnya.. Di pintu masuk kampung Maukeli Ku baca beribu-ribu harapan Tepat di depanku Telah ku temukan dirinya Gereja St. Michael Maukeli penuh kemegahan.

Rindu dan kenangan

By: Ruthy Shara Senandung kesunyian Di tengah keheningan Lembut mengalun sendu Meresap ke dalam kalbu. Tersiratlah di angan Bayang-bayang kenangan Lukisan masa lalu Yang indah bermanis madu. Kabut rindu kian mengharu biru Menyelimuti suasana hatiku Menggiring anganku kembali pulang Ke masa silam yang selalu terkenang. Rintik gerimispun menjadi hujan Menghanyutkan ku ke dalam lamunan Masah indah yang penuh wangi bunga Yang pernah terkisah saat dulu kala. Kini tinggal kenangan Di lembar kesunyian Waktu terus berlalu Rindu tinggallah rindu.

Cinta tak harus memiliki

By: Ruthy Shara Jantungku kemudian belajar untuk tak lagi berdegup kencang Mataku belajar untuk tak lagi memandang padamu Rindu kini hanya sekali Tapi hatiku masih menetap di satu hati yaitu kamu. Cinta memang tak pernah salah Yang salah adalah aku yang membiarkan rasa ini tetap ada Hingga hanya angan yang membuat kita bersatu. Akulah senja yang tak bisa menggapaimu Menggenggam tangan saat kakimu mulai lelah untuk melangkah Perihal ini aku kemudian belajar Bahwa cinta hanya sebatas angan dan kamu adalah halusinasi ku Kita hanyalah sebuah kata yang tak akan pernah bersatu. Akulah senja yang akan memberimu keindahan, kedamaian dan ketenangan saat kamu penat Dan aku akan menghilang tergantikan oleh malam Cintaku melepaskanmu dengan tulusku Seperti sebuah lilin yang rela terbakar untuk menerangi. Kamu adalah takdir bagi orang lain bukan untuk diriku Rinduku mungkin hanya sesekali Kemudian tergantikan oleh rindu yang lebih kamu inginkan Cintaku tak terbaca Sebab ...

Pena temani rinduku

By: Ruthy Shara Ku ayunkan penaku di selembar kertas Ku tuliskan bait demi bait keluh kesahku Ungkapan rasa rinduku untuk bertemu Kita memang terpisah oleh jarak dan waktu. Terpisah karena perjuangan Terpisah oleh penantian Rinduku teramat besar Sebesar cintaku padamu Namun aku mampu untuk bertahan Karena rindu ini akan mekar pada waktunya Biarkan rindu ini semakin menggebu Agar dipertemun kita nanti rindumu dan rinduku akan bersatu. Penuh cinta Penuh kasih sayang Penuh kebahagiaan Dan abadi selamanya Biarkan kali ini rinduku bersama dengan sajak penaku.

Unwira kampus tercintaku

By: Ruthy Shara Ketika aku merasa gunda Masa depan apa yang ada di depanku Melihat setiap orang melangkah maju Mengejar hidup berpacu dengan waktu. Aku tahu kau butuh sesuatu yang dapat menenangkanku Menenangkan diri dari ketatnya persaingan hidup Dari banyaknya universitas yang mampu memberikan itu Dan hanya Unwira yang mampu mengerti perasaanku Memberi bekal sebagai modal Tak hanya keahlian dan pengetahuan Tapi pertemanan dan persahabatan Teruslah seperti itu Oh, Unwira kamulah Kampus Tercintaku.