Langsung ke konten utama

Postingan

Umu Lewa Kamu Lema (Bahasa Daerah Mauponggo)

Terima kasih woso, ema Dewa reta ne'e ga'e rale. Pu'u wula tera esa nga'o ena tuka ine. Te nga'o umu bulu rua hiwa wutu, nga'o ngede ena ga'e ne'e ebu kajo do'a woso pati nga'o. Mo'o nga'o umu lewa kamu lema, mo'o weki nga'o keta lo nga'o ja, mo'o ulu nga'o atu mu kasa nga'o atu bana. Ine nga'o ta ola dhadhi, ne'e ema nga'o ta ola sipo sagho. ura nga'o yubu lera nga'o pele. Kisa kobe manu kako ana ita ine ne'e ema to'o walo. Ana maleka ga'e lima ta dhadhi dhore ha tuka mo'o sipo sagho tiko lio nga'o.
Postingan terbaru

Umu Lewa Kamu Lema(Bahasa Daerah Mauponggo)

Terima kasi woso, ema dewa reta ne'e ga'e rale. pu'u wula tera esa nga'o ena tuka ine.Te nga'o umu bulu rua hiwa wutu, nga'o ngede ena ga'e dewa ne'e ebu kajo doa woso pati nga'o. Mo'o nga'o umu lewa kamu lema, mo'o weki nga'o keta lo nga'o ja, mo'o ulu nga'o atu mu kasa nga'o atu bana. Ine nga'o ta ola dhadhi ne'e ema nga'o ta ola sipo sagho. Ura nga'o yubu lera nga'o pele. Kisa kobe manu kako ana ita ine ne'e ema to'o walo. Ana maleka ga'e lima dhadhi dhore ha tuka mo'o sipo sagho tiko lio nga'o.

Sances Menahkodai OMK St. Pius Pomakoe

  Dari wadah organisasi kekatolikan St.Pius Pomakoe terbentuk. Sances Alexander menjadikan dirinya sebagai pemegang tongkat untuk berlayar menyebrangi deburan ombak selama emapat tahun. Di bawah atap rumah Tuhan dirinya mengucapkan janji sambil memegang lilin menyala. Umat menyaksikan dengan penuh iman dan lantunan syair lagu terus berkumandang dari suara anggota kor OMK barisan bagian depan sebelah kiri. Lima belas menit berlangsung upacara pelantikan diakhiri dan disambut langsung oleh ketua lingkungan dan pastor paroki  sebagai peneguhan bagi pengurus OMK beserta anggotanya. "Organisasi OMK adalah sebuah wadah untuk mengurus dan membantu setiap kegiatan bersifat rohani baik di pusat paroki, satasi maupun di KUB" itulah ucapan awal dari ketua lingkungan. Dan juga ada peneguhan dari Bapak pastor bahwa OMK adalah sebagai tolok ukur untuk mencapai kesuksesan demi masa depan.  Proficiat Untuk  Sances Alexander ---------------------- Dua puluh delapan februari Dirimu di...

Aku harus pergi

By: Ruthy Shara Di kota Kupang ini mengawali langkahku untuk hidup jauh dari orang yang paling aku cinta dan aku sayangi orang tua. Meninggalkan mereka begitu berat dan begitu pun denganku, apakah aku bisa bertahan tanpa bimbingan, kasih sayang dan perhatian dari mereka. Berpikir sebelum bertindak sudah menjadi kebiasaanku. Ketika memutuskan untuk pergi dan mengawali perjalanan hidupku untuk beberapa tahun ke depan. Tinggal di kota Kupang ini. Aku selalu meminta pendapat dari orang tua, keluarga dan beberapa teman karibku. Ucapan selamat dan kebanyakan mereka bilang setuju untuk pergi ke kota Kupang ini. Tapi hanya seseorang yang tidak setuju untuk aku pergi ke sana, ibuku tidak menyetujui untuk aku pergi ke sana. Dengan pelukan hangat dan tangis air mata beliau bilang "Nak jangan pergi, kamu anak satu-satunya kami. Kalau kamu pergi kami akan kesepian dan siapa yang akan membantu kami dan kamu dengan sabarnya selalu menuruti perintah kami. Ibu mohon nak, jangan pergi". ...

Cinta bersemi di pantai Ena Gera

By: Ruthy Shara Sore itu tak seperti biasanya. Kala ini hujan tak mengguyur seperti saat pertama kali aku datang di tempat ini. Angin mengalun sendu dengan binar senja yang sayup. Aku menemuinya sedang duduk di tepi pantai menatap biru langit melingkar mengelilingi bumi. "Hei, sedang apa kau di sini?" Ini kali aku pertama menyapanya. Masih terdiam, dia sama sekali tak menghiraukanku. Namanya Lilis, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik nan anggun. Dia juga salah satu siswa SMA favoritku di Mauponggo dan kata orang di sekitar rumahku Lilis adalah gadis yang paling banyak membuat pemuda tergila-gila padanya. Ya termasuk aku, haha Satu jam berlalu tak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Entahlah, aku tak tahu apa yang dia sedang pikirkan. Matahari terus beranjak meninggalkan sore hari itu. Hari semakin menua namun aku melihat tanda-tanda Lilis akan pulang. "Lilis, kamu belum pulang? Ini sudah malam". Tanyaku mencoba memecah kebisuan. ...

Aku cuman rindu, itu saja

By: Ruthy Shara Januari yang lalu kau yakinkan aku sebuah harapan. Kau beri aku senyuman sehingga aku kembali ke duniaku. kau begitu menghangatkan hatiku berlumur hujan. Aku yang belum mencintaimu sepenuhnya tapi kini cintaku sudah untuk milikmu, tapi mengapa kau hantui lagi hatiku dengan kekecewaan. Dulu dirimu selalu ada kabar bahkan dirimu tak pernah henti bibirku tersenyum, kau yang selalu menelponku di saat aku rindu, kau yang selalu mengucapkan selamat malam sebelum aku tidur dan kau selalu mengiyakan apa mauku. Tapi kini perubahan mulai datang di saat awal tanggal, aku yang mengerti dengan dirimu. Kau terlihat biasa saja saat hatiku bertanya-tanya, aku tidak tahu perubahan yang tiba-tiba ini terjadi pada dirimu atau memang semua laki-laki seperti ini, bukankah dulu kau yang meyakinkan aku bahwa semua laki-laki itu tidak sama dan aku sendiri yang ingin membuktikannya tapi kenapa malah dirimu juga yang membuatku kembali meyakinkanku bahwa semua laki-laki itu sama hanya me...

Untuk kamu yang memiliki senyum manis

By: Ruthy Shara Kepada kamu, yang pertama kalinya kita bertemu. Surat ini adalah surat pertama yang ku tulis untukmu. Bukan untuk membuatmu menoleh padaku, hanya untuk pelipur gelisah. Surat ini adalah yang ku tulis diam-diam dan aku yakin kamu tak akan pernah membacanya. Masih lekat dalam ingatanku pertemuan pertama kita di pustu Oepoi. Bahkan lekuk senyummu masih terekam jelas. Adalah sesuatu yang patut di sayangkan jika aku melewatkan senyum itu. Perjumpaan kita bukanlah hal yang sering terjadi. Sapaan yang kau lontarkan ditambah senyum yang kau ukir juga bukan hal yang setiap hari ku temui. Kata "Kaka" nampak terasa lebih istimewa jika itu berasal darimu. Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi perjumpaan kita adalah suatu kebijakan semesta yang patut disyukuri. Kamu tahu benar, selama ini tak ada satupun dari kita yang bisa benar-benar memulai pembicaraan. Kita hanya saling diam dan saling melemparkan pandangan. Lalu kamu dengan mudahnya melemparkan senyum yang ...