Terima kasi woso, ema dewa reta ne'e ga'e rale. pu'u wula tera esa nga'o ena tuka ine.Te nga'o umu bulu rua hiwa wutu, nga'o ngede ena ga'e dewa ne'e ebu kajo doa woso pati nga'o. Mo'o nga'o umu lewa kamu lema, mo'o weki nga'o keta lo nga'o ja, mo'o ulu nga'o atu mu kasa nga'o atu bana. Ine nga'o ta ola dhadhi ne'e ema nga'o ta ola sipo sagho. Ura nga'o yubu lera nga'o pele. Kisa kobe manu kako ana ita ine ne'e ema to'o walo. Ana maleka ga'e lima dhadhi dhore ha tuka mo'o sipo sagho tiko lio nga'o.
By: Ruthy Shara " Selamat malam Ayah Apa kiranya Ayah mengerti apa yang kini tengah membayangi pikiranku akhir-akhir ini? Hal yang membuatku menjadi sulit untuk sekedar memejamkan mata yang membuatku memaksa logika dan hati untuk membantuku menemukan jawabannya. Ku rasa, aku dapat menghitung berapa kali kita berbicara dalam lisan lewat indahnya kata-kata. Berapa kali Ayah memintaku untuk sekedar membantu membersihkan kandang babi. Berapa kali Ayah menyuruhku hanya membuatkanmu kopi panas sembari terbitnya matahari. Berapa kali kita tertawa karena cerita lucu yang aku buat dengan sengaja. Aku bisa Ayah, aku bisa menghitung dengan benar hanya dengan jari tanganku. Oh Tuhan, sedingin itukah kami? Ayah yang tak pandai bersuara lebih memilih diam, tak mudah dengan sengaja mengungkapkan apapun yang sedang Ayah rasakan dan yang sekiranya tengah mengganggu tidurmu. Ayah, sepertinya memang benar. Kalau buah jatuh tak akan pernah jauh dari pohonnya. Aku sama sepertimu, sangat...

Komentar
Posting Komentar