Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Aku harus pergi

By: Ruthy Shara Di kota Kupang ini mengawali langkahku untuk hidup jauh dari orang yang paling aku cinta dan aku sayangi orang tua. Meninggalkan mereka begitu berat dan begitu pun denganku, apakah aku bisa bertahan tanpa bimbingan, kasih sayang dan perhatian dari mereka. Berpikir sebelum bertindak sudah menjadi kebiasaanku. Ketika memutuskan untuk pergi dan mengawali perjalanan hidupku untuk beberapa tahun ke depan. Tinggal di kota Kupang ini. Aku selalu meminta pendapat dari orang tua, keluarga dan beberapa teman karibku. Ucapan selamat dan kebanyakan mereka bilang setuju untuk pergi ke kota Kupang ini. Tapi hanya seseorang yang tidak setuju untuk aku pergi ke sana, ibuku tidak menyetujui untuk aku pergi ke sana. Dengan pelukan hangat dan tangis air mata beliau bilang "Nak jangan pergi, kamu anak satu-satunya kami. Kalau kamu pergi kami akan kesepian dan siapa yang akan membantu kami dan kamu dengan sabarnya selalu menuruti perintah kami. Ibu mohon nak, jangan pergi". ...

Cinta bersemi di pantai Ena Gera

By: Ruthy Shara Sore itu tak seperti biasanya. Kala ini hujan tak mengguyur seperti saat pertama kali aku datang di tempat ini. Angin mengalun sendu dengan binar senja yang sayup. Aku menemuinya sedang duduk di tepi pantai menatap biru langit melingkar mengelilingi bumi. "Hei, sedang apa kau di sini?" Ini kali aku pertama menyapanya. Masih terdiam, dia sama sekali tak menghiraukanku. Namanya Lilis, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik nan anggun. Dia juga salah satu siswa SMA favoritku di Mauponggo dan kata orang di sekitar rumahku Lilis adalah gadis yang paling banyak membuat pemuda tergila-gila padanya. Ya termasuk aku, haha Satu jam berlalu tak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Entahlah, aku tak tahu apa yang dia sedang pikirkan. Matahari terus beranjak meninggalkan sore hari itu. Hari semakin menua namun aku melihat tanda-tanda Lilis akan pulang. "Lilis, kamu belum pulang? Ini sudah malam". Tanyaku mencoba memecah kebisuan. ...

Aku cuman rindu, itu saja

By: Ruthy Shara Januari yang lalu kau yakinkan aku sebuah harapan. Kau beri aku senyuman sehingga aku kembali ke duniaku. kau begitu menghangatkan hatiku berlumur hujan. Aku yang belum mencintaimu sepenuhnya tapi kini cintaku sudah untuk milikmu, tapi mengapa kau hantui lagi hatiku dengan kekecewaan. Dulu dirimu selalu ada kabar bahkan dirimu tak pernah henti bibirku tersenyum, kau yang selalu menelponku di saat aku rindu, kau yang selalu mengucapkan selamat malam sebelum aku tidur dan kau selalu mengiyakan apa mauku. Tapi kini perubahan mulai datang di saat awal tanggal, aku yang mengerti dengan dirimu. Kau terlihat biasa saja saat hatiku bertanya-tanya, aku tidak tahu perubahan yang tiba-tiba ini terjadi pada dirimu atau memang semua laki-laki seperti ini, bukankah dulu kau yang meyakinkan aku bahwa semua laki-laki itu tidak sama dan aku sendiri yang ingin membuktikannya tapi kenapa malah dirimu juga yang membuatku kembali meyakinkanku bahwa semua laki-laki itu sama hanya me...