By: Ruthy Shara Selamat datang di tanah kelahiranku Yang di himpun bukit-bukit yang indah saat di pandang kasat mata Dan aroma bunga cengkeh sepanjang jalan. Tanah kelahiranku Tanah tumpah darahku Di kota kecil yang indah Sekalipun kami beranjak pergi Namun tanah Mauponggo tempat yang terindah dan paling dirindukan. Tanahku Mauponggo Hamparan sawah luas membentang di sana Lekap padi tua berdiri merunduk Suara gesekan pohon bambu berdering. Tanahku Mauponggo Yang tak akan pernah kalah terkenal dengan yang lain Pada waktu yang akan datang Kami akan merindukan itu Sejauh manapun kami pergi Sebanyak apapun kami melangkahkan kaki Kami tak pernah bisa berdiam diri Selalu menyisipkan waktu untuk kembali Sekedar bercerita dan berbagai Tak peduli senang ataupun sedih Setidaknya dapat mengusir perih di dada ini. Sesekali mari menginjak kaki di tanah kelahiranku, Mauponggo Dan duduklah sambil minum kopi Flores yang di seduh nona manis Mauponggo Dan aku hanya ingin...